Jemparingan Keraton Jogja (Nyenyep)
Berikut ini saya tampilkan detail nyenyep (nock) pada jemparing atau anak panah gagrag jemparingan keraton Jogja.
# Detail Nyenyep Museum P. DIPONEGORO
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memang tidak memiliki bregodo prajurit kraton yang KHUSUS bersenjata panah.
Kraton Yogya mewarisi bregodo (kesatuan) prajurit Nyutro dari era Mataram islam (di Kasunanan Surakarta namanya : Panyutra); namun berdasar buku Ensiklopedi Kraton Yogyakarta, Prajurit Nyutro sejak awal kasultanan berdiri TIDAK untuk berperang, dan hanya berfungsi sebagai prajurit klangenan.
Sumber sejarah jemparingan keraton Jogja masih bisa kita temukan di koleksi Museum Pangeran Diponegoro, di Tegalrejo Yogyakarta.
Berikut ini model 'nyenyep' yang dipakai laskar / pasukan Diponegoro yang masih tersimpan baik hingga sekarang.
# Detail Nyenyep Museum SONOBUDOYO, Yogya
Kalau untuk kalangan Umum / perjuangan, modelnya selfnock atau paten (menyatu dari ros bambu batang panah), jemparingan para pembesar terbuat dari tulang atau bahan lain dan bisa dibongkar pasang (lepasan / terpisah).
Model nyenyep terpisah ini selain memungkinkan merubah posisi sesuai kulit bambu (khusus yang bukan gaplok), juga bila pecah mudah diganti dan bisa dipakai lagi.
# Cara memegang 'nyenyep'
- teknik jumput : nyenyep dipegang dengan 3 jari seperti foto di atas (teknik alusan)
- teknik jethot : nyenyep dijepit menggunakan jempol / ibu jari dan ruas jari telunjuk (lebih kasar)
- teknik ngganthol (split fingers) : teknik modern ini baru muncul sekitar tahun 80an, setelah mulai dipakainya nyenyep plastik / import. Tali sendheng / kendheng ditarik dg 2 atau 3 jari.
Jadi, kalau ada yang menyebut : jethotan, jiwitan, dll itu sebenarnya BUKAN nama (lokal) panahan / jemparingan, melainkan teknik memegang anpan / jemparing.
Berikutnya akan saya tampilkan :
- detail godongan / vanes / model bulu pada jemparingan gaya Yogyakarta
- macam-macam model bedor (poin / mata panah); dan juga
- endhong (quiver / tabung panah) maupun jagrag tempat meletakkan anak panah








